•  
  • creative gbis kepunton website team
Beranda » ARTIKEL GBIS » Tujuh Kuasa Dalam Darah Yesus
Sabtu, 28 Agustus 2010 - 00:05:51 WIB
Tujuh Kuasa Dalam Darah Yesus
Diposting oleh : Administrator
Kategori: ARTIKEL GBIS - Dibaca: 14138 kali

 Tujuh Kuasa Dalam Darah Yesus

Dosa adalah hutang darah, hutang nyawa (Kej. 2:17). Allah harus menumpahkan darah hanya untuk menutupi kesalahan Adam dan Hawa (Kej. 3-17). Sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa, manusia bebas berkomunikasi dengan Allah. Tetapi dosa mengakibatkan manusia hanya dapat berkomunikasi dengan Allah melalui penumpahan darah (Kej. 4:3-5).

Perjanjian Lama mengajarkan tentang Perjanjian darah melalui domba yang disembelih. Dalam Perjanjian Baru, Yesus adalah Anak Domba Paskah bagi kita yang percaya. Yesus telah mati, darahNya bagi kita yang percaya?

  • Kuasa untuk Menebus
    • Setiap orang berdosa statusnya tergadai, sebab oleh pelanggarannya membuat dirinya menjadi milik dosa, tawanan oleh kuasa dosa. Yesus membeli kita kembali (menebus) kita dari perbudakan dosa. 6Maka aku melihat...Berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. 7Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu ditangan Dia yang dudukdi atas tahta. 8Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, masing-masing memegang satu kecapi dansatu cawan emas, penuh dengan kemenyan : itulah doa oran-orang kudus. 9Dan mereka manyanyikan suatu nanyian baru katanya: “ Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya; karena Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (Why. 5:6-9).
    • Yesus menebus kita dari kesia-siaan : “ Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, “melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat (Pet. 1:18-19).
      Yesus menebus kita dari keinginan diri sendiri:
      Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (Kor. 6:20).
              
  • Kuasa untuk Menghapus Dosa (Yoh. 1:29)
    • Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29). Darah Yesus menghapus dosa kita lebih dari darah lembu atau domba yang dikorbankan dalam Perjanjian Lama( lm. 4-6 ). Allah tidak mengingat-ingat lagi dosa kita.
    • Kuasa untuk Menyucikan
      Menyucikan hati nuraani kita dari perbuatan yang sia-sia.Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup ( lbr. 9:14 ).

      Menyucikan perbuatan-perbuatan kita:
      Maka kataku kepadanya: “ Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “ Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Darah ( Why. 7:14 ).

      Bilur-bilur Yesus Menyucikan kejahatan kita:

      Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati ( Amsal 20-30 ).
    • Kuasa untuk Melindungi/ Proteksi ( kel. 11-12 )

      5 Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati, dari anak sulung Firaun yang duduk di tahtanya sampaiu kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu kilangan, juga segala anak sulung hewan. 6 Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan ada lagi. 7 Tetapi kepada siapa juga dari orang Israel, seekor anjingpun tidak akan berani menggonggong, baik kepada manusia maupun kepada binatang, supaya kamu mengetahui, bahwa TUHAN membuat perbedaan antara orang Mesir dan orang Israel. ( Kel. 11:5-7 ).

      6........lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelih pada waktu senja. 7 Kemudian daari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu pada ambang atas, pada rumah-rumah dimana orang mamakannya.

      8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. ( Kel. 12: 6-8 ).

      12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah TUHAN. 13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. ( Kel. 12:12,13 )

      darah domba menjadi tanda yang membedakan orang Israel dan orang Mesir, orang percaya dan orang yang tidak percaya. Darah Yesus membungkam mulut iblis, yang setiap hari mendakwa kita:

      10....... “ Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintah Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. 11  Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. ( Why.12:10-11 ).

       

      6.   Kuasa untuk Menjadikan kita Imamat Yang Rajani ( I Pet. 2:9,10 )

      23 Domba jantan itu disembelih, lalu Masa mengambil sedikit dari daridarahnya dan membubuhkannya pada cuping telinga kanan Haru, pada ibu jari tangan kana dan pada ibu jari kaki kanannya. 24 Musa menyuruh anak-anak Harun mendekat, lalu membubuh sedikit dari darah itu pada cuping telinga kanan mereka, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, lalu Musa menyiramkan darah selebihnya pada mezbah sekelilingnya. ( Im. 8: 23,24 )

      darah Yesus memberkati pendengaran kita, membuat kita taat, tangan atau perbuatan kita, kaki atau perjalanan hidup kita. Darah Yesus membuat kita dapat langsung berhubungan dengan Bapa di Sorga.

      9 Dan mereka menyanyikan sesuatunyanyian baru katanya: “ Engkau layak........ karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imim-imim bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi. “ ( Why.5:9,10).

      Ketika Yesus mati dikayu salib, tagbir bait suci terbelah dari atas sampai bawah.

      Dan lihatlah, tabir Bait Suci tebelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, ( Mat. 27:51 )

      Sistem keimaman yang dalam Perjanjian Lama hanya dipegang oleh Suku Lewi, sekarang dihapusan. Semua kita yang percaya menjadi imamat rajani, bebas beerhubungan dengan Bapa.

      9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah,tetaapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihi tetapi yang sekarang beroleh belas kasih. ( I Peet. 2:9,10 )

       

      7.   Kuasa untuk mebawa kita mengalami Perjanjian Berkat ( Mat. 26:28 )

      Yesus membuat suatu Perjanjian yang baru dimeteraikan oleh darahNya. DarahNya adalah darah perjanjian.

      Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumaphkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. ( Mat. 26:28 ).

      Oleh Darah Yesus, kita yang percaya masuk gerbang hukum perjanjian berkat ( Ibr. 9:15-20 ). DarahNya membawa anugerah hidup dalam segala kelimpahan.


      8. MARWAH alias HARGA DIRI - news kategori kesaksian

       “ Ini rumahku, engkau bisa kutendang keluar dari sini malam ni juga….engkau tu perempuan wit…kalau tak karena menghargai ibu…...” Itulah sekelumit perkataan yang terdengar oleh telingaku saat aku bangkit dari tempat tidur malam itu.

      Aku memang lelah sekali, setelah seharian mengikuti penataran sehingga tidur agak cepat dibanding biasanya. Aku mendengar suara ribut-ribut di luar, kulihat jam dinding pukul setengah sembilan malam, aku keluar dari kamar, dan kulihat Wiwit, anak asuhku yang adalah seorang melayu muslim, sedang bertengkar mulut dengan Andi, anak pak Amir, yang rumahnya kami tempati.

      Andi adalah seorang putus sekolah, dari tetangga kudengar si Andi naksir Wiwit, tapi Wiwit tak menanggapi apalagi karena usia Andi jauh lebih tua dan sebagai orangtua asuhnya, aku juga tak setuju, karena si Andi itu terlihat seperti “preman”, sementara si Wiwit masih anak sekolah, kelas 3 sma.

      Dengan mata yang masih ngantuk serta kesadaran yang belum sepenuhnya, kuhanya berdiri di depan pintu memandangi Andi yang terus ngoceh memarahi Wiwit, dan Wiwit pun tetap menjawab dengan kata-kata pembelaan diri, yang segera kuhentikan agar Wiwit tak menjawab lagi. Akhirnya Wiwit masuk kamar seraya menangis, sedangkan si Andi malah mengabarkan kalau Wiwit tak disukai oleh remaja-remaja di lingkungan kami karena sombong.

      Kutidak berucap sepatah katapun, hanya mendengar dan mengangguk, akhirnya Andi pulang ke rumahnya yang berada di depan rumah yang kami tempati.

      Di kamar, kubertanya ke Wiwit, kog si Andi sampai datang ke rumah. Ternyata waktu saya tidur, si Wiwit belajar sambil main sms-an dengan si Andi, dan sms-an yang tak jelas juntrungannya, ada mungkin terlontar kata-kata kasar, maklumlah...Andi bermental preman.

      Wiwit terus mengatakan dalam ocehannya (sambil menangis) yang ditujukan ke Andi......”awas kau ya, kau belum tau siapa aku, aku tak terima diperlakukan seperti ini ...sakit hati aku ni...awas kau...”. Kukatakan padanya : ”ampunilah si Andi tu, jangan sampai Wiwit masuk neraka gara-gara dendam”, dia jawab biarlah masuk neraka daripada harga dirinya direndahkan.

      Dalam hati kubertanya kepada Tuhan Yesus, kog Wiwit masih muncul lagi keras hatinya, waktu lebaran kemaren sudah bilang mau berubah sifat-sifatnya, mau jadi anak yang tidak egois lagi, ehh tapi ternyata....kata-kata ocehannya masih menunjukkan kesombongan.

      Oh Yesus.....apa lagi yang harus kulakukan agar Wiwit ini bisa berubah lebih positif. Setelah ada problem seperti ini semakin nampak aslinya, kesombongan yang terselubung terungkap saat dihadapkan kepada problem yang menyangkut MARWAH alias HARGA DIRI.

      Marwah, sikap yang tak mau mengganggu orang lain, tapi kalau harga diri diganggu, tunggu balasannya; sikap yang sangat bertolak belakang dengan ajaran Yesus, yang malah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, tak melawan saat dikhianati, bahkan rela disiksa dengan brutal hingga tersalib, demi kasih.

      Wiwit mengatakan tak mau tinggal di rumah yang kami tempati, kalau dia masih tinggal di sini, harga dirinya tak ada lagi. Kukatakan, demi kebaikan bersama, biarlah harga diri kita nol asalkan ada kedamaian. Kuteringat pada firman Tuhan pada kitab korintus, I Korintus  6 : 7 “Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?”  Firman Tuhan nggak termakan oleh Wiwit, karena memang tak ada kemauan.

      Kehadirannya selama 3 tahun ini tinggal bersamaku memproses diriku agar lebih rendah hati, sabar dan rela sebagai domba sembelihan, tapi ternyata belum tuntas memproses Wiwit, karena memang dia menolak yang benar : Yesus Kristus.

      Wiwit tak mau dengar nasihatku, dia tetap keras hati dan malah mengajakku untuk pindah. Kuberkata dalam hati, apakah aku harus menuruti permintaannya yang egois ini ?

      Saudaraku seiman, bantu aku dalam doamu, agar aku mampu membuat keputusan terbaik sesuai kehendak Tuhan Yesus tentang masalah ini.