•  
  • creative gbis kepunton website team
Beranda » MIMBAR FIRMAN » Menghargai Karya Penebusan Kristus
Sabtu, 28 Agustus 2010 - 23:27:17 WIB
Menghargai Karya Penebusan Kristus
Diposting oleh : Administrator
Kategori: MIMBAR FIRMAN - Dibaca: 2737 kali

Menghargai Karya Penebusan Kristus

Dengan Karya Penebusan Kristus,dari seorang tawanan, kita telah dipanggil untuk merdeka, tetapi jangan sampai kita mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup di dalam dosa [ Galatia 5 :13 ].

Kita hidup sebagai orang merdeka, namun bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatanmereka, tetapi marilah kita hidup sebagai hamba Allah yang taat dan setia [ I Petrus 2 : 16 ] serta memiliki cara hidup yang baik tidak hanya  di gereja tapi juga di tengah-tengah masyarakat di mana kita hidup dan tinggal, supaya nama Allah dipermuliakan melalui kehidupan kita [ i petrus 2 : 12 ].

Marilah kita hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu yang menguasai kita, tetapi hendaklah kita sama seperti Dia yang Kudus, yang telah memanggil kita, sebab ada tertulis :  “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus“ [ I Petrus 1 : 14-16 ].

Kerjakan keselamatan yang telah kita terima ini dengan takut dan gentar [ Filipi 2 : 12 ], kita hargai Karya Penebusan Kristus tersebut dengan ketaatan terhadap Firman-Nya, agar kita tidak menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri kita dan mempermalukan dan/ atau menghina nama-Nya di muka umum [ Ibrani 6 : 4 6 ].

Kita berdoa agar Ia menjadikan mata hati kita terang, agar kita mengerti penghargaan apakah yang terkandung dalam penggilan-Nya : betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya,... [ Efesus 1 : 18 19 ].

Menghargai Karya Penebusan Kristus berarti kita:

  • Bersedia mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah, itulah ibadah kita yang sejati.
  • Bersedia menjadi tidak serupa dengan dunia ini.
  • Bersedia berubah [ ber-metamorfosis ] oleh pembaharuan budi kita.
Sehingga dengan demikian kita dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, apa yang berkenan kepada Allah serta apa yang sempurna [ Roma 12 : 1 2 ]. Amin