•  
  • creative gbis kepunton website team
Beranda » MIMBAR FIRMAN » BAHASA TETESAN AIR MATA
Kamis, 08 September 2016 - 11:46:47 WIB
BAHASA TETESAN AIR MATA
Diposting oleh : Administrator
Kategori: MIMBAR FIRMAN - Dibaca: 807 kali

Sesaat yang lalu Daud menjadi pehlawan karena membunuh Goliat, dan menjadi selebriti karena menjadi menantu raja Saul serta dielu-elukan banyak orang. Namun pada suatu saat Daud berada di Gat bersembunyi dan mencari perlindungan pada orang Filistin dari kejaran Saul yang ingin membunuhnya. I Samuel 21 : 10-11). Disaat Daud mendengar perkataan raja Gat, dia menjadi takut. Inilah titik terendah kehidupan Daud, ia sendirian, kesepian, dan ketakutan. Tetapi Daud menangis dihadapan Tuhan (Mazmur 56). Denagn menagis Daud melepaskan beban yang tidak bisa ia tanggung sendiri. Menagis membuat Daud bisa berkomunikasi kembali dengan Tuhan dan membuatnya merasa lega. Daud tahu betul Tuhan begitu menghargai air mata yang tertumpah saat ia memohon kedapa-NYA. Dan sungguh hebat pertolongan Tuhan, kalau bukan Tuhan maka Daud sudah ditangkap di Gat menjadi sasaran balas dendam karena beberap waktu yang lau telah membunuh Goliat pahlawan Filistin.

Ada saat-saat dimana kehidupan kita seperti yang dialami Daud, sesaat lalu kita tertawa tapi berikutnya kita menangis. Sesaat lalu kita pesta kemenangan tapi berikutnya berakhir dengan ratap tangis. Sesaat dikuatkan lewat ibadah yang membangun, tetapi saat berikutnya ketika masalah datang kita dipenuhi ketakutan-kemarahan dan rasa tidak berdaya. Itulah kehidupan, tidak peduli apakah kita anak Tuhan yang taat atau tidak, gelombang pasti datang. Tidak ada yang tetap dalam hidup ini, kecuali TUHAN. Ketika kita tiba pada titik ternedah dalam hidup kita, ketika kata-kata dan doa seperti tidak terucapkan lagi, air mata bisa berbicara banyak kepada Tuhan. DIA mengerti bahasa tetesan air mata kita, entah air mata penyesalan dan mohon ampun atau air mata karena kesedihan atau air mata karena ketakuan, Tuhan mengerti dan peduli dengan air mata kita.

Dalam Mazmur 56:9 dituliskan air mata kita ditampung dikirbat-NYA. Kirbat itu biasa digunakan untuk menampung/menyimpan anggur, tetapi bagi Tuhan kirbat itu digunakan untuk menampung air mata kita. Dengan demikian kita mengerti betapa Tuhan menghargai setiap tetesan air mata yang keluar dari hati yang hancur dan jiwa yang remuk redam (Mazmur 51:19).

Allah tidak hanya mengetahui kesusahan hati kita, tetapi juga menghargai setiap tetesan air mata yang keluar dari lubuk hati kita yang paling dalam. Apakah itu airmata kesusahan, air mata karena sakit penyakit, air mata karena kesulitan keuangan, air mata karena masalah dalam tempat kerja, air mata karena masalah dalam rumah tangga, air mata karena belum memiliki ketrunan, dsbnya. Percayalah seperti Daud mempercayaki bahwa air matanya ditampung di kirbat-NYA dan sungguh pertoongan-NYA tepat pada waktu-NYA. Jangan biarkan air mata kita keluar dengan sia-sia karena tidak diperhadapkan Tuhan, berikan air mata kita hanya kepada Tuhan Yesus maka air mata kita akan ditaruh dalam kirbat-NYA, DIA mengerti bahasa tetesan air mata kita.


SENGSARAKU ENGKAULAH YANG MENGHITUNG-HITUNG. AIR MATAKU KAUTARUH KE DALAM KIRBATMU (Mazmur 56:9-12)