•  
  • creative gbis kepunton website team
Beranda » ARTIKEL GBIS » Prioritas Kehidupan 2017
Senin, 09 Januari 2017 - 08:22:58 WIB
Prioritas Kehidupan 2017
Diposting oleh : Administrator
Kategori: ARTIKEL GBIS - Dibaca: 309 kali

Prioritas Kehidupan 2017
 
 
 
Dalam kehidupan ini banyak peristiwa yang telah dilewati dan kadang seseorang yang awalnya setia dalam pelayanan dan pengiringan kepada Tuhan Yesus, tetapi akhirnya mengingkari imannya. Meninggalkan Tuhan karena daya tarik dunia dan falsafahnya, atau secara jasmani masih berada dalam pelayanan tetapi motivasi seudah jauh dari awal pelayanannya, pertama kali pelayanannya karena cin Tuhan tapi tanpa disadari sekarang motivasinya sudah pada penghidupan/ketenaran/kepujian dsbnya. Orang itu dinilai bukan dari cara ia memulainya, melainkan cara ia mengakhirinya.
 
Tuhan Yesus menghendaki keputusan kita dalam mengikut Tuhan bukan sekedar ikut-ikutan kemudian menghilang ditengah perjalanan waktu. Banyak orang mudah untuk mengatakan bahwa mereka mau mengikut Tuhan tetapi kebanyakan mereka tidak memahami bahwa harus mempertanggungjawabkan keputusannya karena dalam mengikut Tuhan itu ada harga yang harus dibayar.
 
Dalam Matius 22:14 dituliskan "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih". Mengapa? Bukan setiap orang yang berseru kepadaKU; Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga (Matius 7:21). Alat penampi sudah ditanganNYA. Ia akan membersihkan tempat pengirikanNYA dan mengumpulkan gandumNYA ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakarNYA dalam api yang tidak terpadamkan (Matius 3:12).
 
Setiap orang percaya akan diuji untuk membuktikan kualitas hidup kita dihadapan Tuhan (I Korintus 3:13) sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaiman pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu). DIA tidak pernah memaksa seseorang untuk mengikut DIA dan menjadi murifNYA, hal itu adalah keputusan pribadi kita. Dan keputusan untuk menjadi muridNYA mempunyai konsekuensi ada harga yang harus dibayar yaitu menjadikan Tuhan Yesus yang utama dalam seluruh segi kehidupannya. Hanya mereka yang berani membayar harga bagi Tuhan akan tetap bersama DIA.
 
Menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan memiliki arti yang sangat dalam, penempatan prioritas dalam hidup. Kebanyakan dari kita lebih memilih untuk melakukan segala sesuatu yang kita suka dibandingkan dengan sesuatu yang Tuhan kehendaki. Tidak mudah untuk menempatkan Tuhan Yesus sebagai prioritas utama dalam seluruh aspek kehidupan kita, tetapkanlah hati kita untuk mengikut DIA dan meneruskannya sampai kesudahnnya. Jangan berhenti di tengah perjalanan, teruslah maju dan jika kita lelah mintalah kekuatan dan kesegaran baru dari Tuhan (Yesaya 4:29) -- Dia memberi kekuatan kepada yang lelah, dan menambah semangat kepada yang Tiada berdaya)
 
Kalau kita masih diberi kesempatan dan kemurahnNYA memasuki tahun 2017, biarlah kita menjalaninya dengan menempatkan Tuhan Yesus sebagai prioritas utama dalam segala segi kehidupan kita. Dan tetap setia menjadi muridNYA apapun yang akan terjadi di tahun 2017 sampai kesudahannya.
 
 
 
"Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
(Matius 19:30)